-
Model Photography
Beauty and Fashion -
Travel and Scape Photography
Master Your Camera in Full Manual Mode -
Photo Event
Documented All The Important Moments in Your Life -
Photoshoot
Prewedding, Potrait, Family Potrait, Photo Couple, Photo Group -
Tips and Tricks
Advice on Taking the Perfect Photo
Tampilkan postingan dengan label Travel and Scape. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel and Scape. Tampilkan semua postingan
Oktober 13, 2011
September 30, 2011
Kawah Putih Ciwidey South Bandung (The White Crater)
Bandung has many resorts which offer beautiful scenery. Located in the south Ciwidey Bandung,this area are interesting attraction is White Crater. White crater is a crater lake of Mount Patuha with a height of 2434 meters above sea level with temperatures between 8-22 ° C. The craters are formed by eruptions that occurred at about X and XII centuries ago. White crater is located about 46 km from the city of Bandung or 35 miles from the capital, Bandung regency, Soreang, headed Ciwidey.
Before being discovered in 1837, the people who lived around Mt. Patuha believed that the mountain top was a sacred place, haunted by the holy spirits of their the their ancestors. They would never venture anywhere near the mountain top's forests. A trespass like that would mean bad luck or even death. They also believed that on certain nights these spirits would have a meeting discussing the security and welfare of their people and the conservation of the forests and the natural recources that supported their livelihood.
Kawah putih is located at Ciwidey, Bandung Regency. It is very easy to get here from Bandung. Kawah Putih is an ecotourism which is a crater with white water. This place is used for tourism and pre-wedding photography location. The white water and stones bring dramatic view in the photograph.
September 28, 2011
Beauty Sunrise Palembang
Pada saat saya liburan ke Palembang, saya berhasil mengabadikan terjadinya sunrise di Palembang. Bayangkan saja, dari lima kali percobaan, di percobaan ke lima ini matahari dengan lembut dan indahnya menyinari kawasan Benteng Kuto Besak. BKB menurut saya merupakan spot paling ideal untuk mengabadikan sunrise ini.
Keindahan sunrise di Palembang untuk diabadikan merupakan hal yang langka, karena cuaca di sana terkadang sangat sangat tidak mendukung. Matahari pagi terkadang ditutupi oleh awan mendung, belum lagi keadaan kota Palembang saat ini ditutupi kabut yang dikatagorikan tingkat ekstrim dimana kabut ini akibat dari titik-titik api kebakaran hutan yang kering pada saat musim kemarau.
Saat itu saya berangkat dari rumah pukul 04.30 WIB, sangat-sangat niat menurut saya. Saya langsung menuju ke rumah kak Arman, karena sudah janjian sebelumnya. Lalu bersama Indra, saya langsung ke rumah Septian, pada saat itu matahari sudah mulai menujukkan tanda-tanda mau muncul. Kami pun sampai ke lokasi kira kira pukul 05.15. Alhamdulillah matahari terbit dengan indahnya, dan sesi pemotretan landscape pun dimulai.
Itu saja cerita saya tentang keindahan landscape di Palembang, suatu saat saya akan mencoba lagi untuk memotret disana. Kelak saya akan pulang sewaktu telah memegang gelar ST di tangan. Mudah-mudahan awal tahun ini diberi kelancaran.
AMIN......
September 27, 2011
September 22, 2011
Pelantikan PhotoST : Pesona Pantai Garut, Sayang Heulang - Ranca Buaya - Santolo
Akhirnya, saya, Niken, Aan dan Om resmi dilantik jadi angkatan BULB (angkatan ke 5) di PhotoST. Sebuah UKM fotografi di kampus yang namanya sudah cukup terkenal di kampus-kampus di Bandung. PhotoST didirikan pada tahun 2006 dan saat ini baru memiliki angkatan ke 5. Bisa dibayangkan pada saat PAB (Penerimaan Anggota Baru) pelamar PhotoST sampai 120an orang dan yang berhasil lulus serta dilantik hanya 23 orang. Menurut saya ke 23 orang teman-teman saya di angkatan BULB ini memang benar-benar orang pilihan dan memiliki passion yang kuat akan fotografi.
Sebenarnya pelantikan angkatan BULB sudah dilaksanakan di Lembang, Bandung. Akan tetapi saya tidak ikut dikarnakan sakit, Niken ada keperluan keluarga di Jakarta, Aan sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan untuk ajang Imagine Cup 2011. Otomatis yang sudah dilantik terlebih dahulu yaitu ke 20 orang teman saya, termasuk Om (baca : Angga) di dalamnya.
Untuk itu saya, bersama Niken dam Aan ditugaskan untuk menyiapkan sebuah hunting besar di daerah pantai dan diputuskan kita akan menyusuri 3 pantai Garut yang terkenal yakni Sayang Heulang, Ranca Buaya dan Santolo. Hunting besar ini sekaligus sebagai pelantikan kita bertiga sebagai anggota PhotoST angkatan BULB.
Kita berangkat sekitar pukul 22.00 setelah sebelumnya janjian untuk kumpul di ATM kampus. Dengan menaiki mobil avanza sewaan dan rush punya Priza (baca : ketua PhotoST periode sekarang), kita memulai perjalanan yang panjang. Pada hunting besar kali ini, terkumpulah para landscape hunter yakni saya sendiri, Niken, Wira, Aan, Vanya, Arga, Arvan, Angga, Wiwid, Sandi, Dika, Adil, Priza, dan Arya. Perjalanan dari Bandung menuju ke pantai Sayang Heulang memakan waktu 4 jam, itupun saya bawa mobilnya sering berhenti karena menunggu mobil belakang yang dibawa oleh Priza. Kita sampai di pantai Sayang Heulang tepat pukul 02.00. Sambil menunggu matahari terbit, kita berkumpul di sebuah warung kopi untuk sekedar menghangatkan diri dengan minuman hangat seperti kopi dan teh. Setelah solat subuh, perburuan sunrise pun dimulai. Cukup kecewa karena matahari pada saat itu ditutupi oleh awan.
![]() |
| Foto diambil oleh Dika : Bergaya sebelum hunting Sunset |
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : Pantai Sayang Heulang |
Setelah perburuan sunrise selesai, kita beristirahat sejenak di sebuah penginapan yang tidak jauh dari bibir pantai. Harga penginapan itupun cukup murah, hanya sebesar 30rb untuk sebuah kamar yang kami gunakan untuk mandi. Acara dilanjutkan dengan sesi masak, kebersamaan PhotoST pun sungguh terasa sangat kental.
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : Niken sang juru masak |
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : Makan siang bersama |
Kegiatan selanjutnya kita menuju ke pantai Ranca buaya dimana pantai ini terkenal dengan sunsetnya yang menawan. Dari pantai Sayang Heulang menuju Ranca Buaya ditempuh sekitar 1 jam, dikarnakan medan yang sedikit menanjak dan berbatu. Sebelum menuju ke Ranca Buaya kita menyempatkan diri untuk mampir sejenak di Puncak Guha.
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : Puncak Guha |
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : PhotoST |
Acara foto-foto narsis ria pun usai, kita langsung berangkat menuju pantai Ranca Buaya yang tidak jauh dari Puncak Guha, hanya sekitar 30 menit. Alhamdulillah cuaca saat itu sangat mendukung, tidak mendung, dan merupakan sunset paling sempurna yang pernah saya liat. Sunset kali ini jauh lebih indah daripada perjalanan saya ke Ranca Buaya sebelumnya. Perburuan landscape pun dimulai kembali.
Pelantikanpun dimulai, akhirnya kami bertiga disematkan kemeja PhotoST yang diwakilkan oleh saya. Sungguh senang rasanya, akhirnya sekarang resmi jadi anggota PhotoST angkatan BULB. Akhirnya usaha yang kami lakukan, baik saya, Niken, Aan dan Om dari mulai saling bangunin pagi-pagi untuk ikut diklat dan hunting pas weekend, dateng ke kampus malem-malem untuk coaching clinic fotografi tidak sia-sia. Jujur saja diklat-diklat tersebut secara tidak langsung menambah ilmu dan mengasah skill saya di dunia fotografi. Terima kasih banyak buat Wira untuk ilmu landscapenya, buat bang Hardo buat ilmu processingnya, bang Zaky untuk ilmu lighting dan modelnya, serta Om rekan saya dalam berburu landscape.
Setelah acara penyematan selesai, kita shalat magrib lalu langsung berangkat menuju pantai Santolo untuk berwisata kuliner makanan seafood di warung favorit saya dan Niken, "Warung Sederhana".
![]() |
| Foto diambil oleh Adil : Pelantikan Bulb |
![]() |
| Foto diambil oleh Adil : Niken, Saya dan Aan |
![]() |
| Foto diambil oleh Wira : Puncak Guha |
Itulah sedikit cerita saya tentang pelantikan angkatan BULB PhotoST part 2 di pantai-pantai di Garut. Suatu saat saya pasti akan ke sana lagi, dengan mengajak anak istri saya kelak. Kamipun pulang menuju Bandung dengan waktu tempuh hanya 2,5 jam (saya ngebut karena pengen banget nonton El-Classico saat itu).
Seluruh rangkaian ini membuat kami semakin dekat dan akrab. Alhamdulillah pula sekarang PhotoST sedang melaksanakan PAB untuk angkatan 6 dan ketika melihat anak-anak baru yang melaksanakan PAB, saya langsung teringat kalau kami berlima dulu ada disana dengan minim pengalaman dan di PhotoST inilah kami mendapatkan pengalaman serta ilmu fotografi yang sangat berharga. Terima kasih teman-teman PhotoST...
PhotoST....wuaasssyiiiik !!!
![]() |
| Foto diambil oleh Adil : Pelantikan Bulb |
Yogyakarta : Surga bagi para Traveller
Belum lama ini saya bersama Dito , Gunta , Fatih dan Sidhi menghabiskan dua hari liburan kami di daerah istimewa Yogyakarta. Bisa dimaklumi dikarnakan hari libur bagaikan emas di antara padatnya rutinitas yang kami jalankan di dunia kampus. Pada awalnya hanya sekedar ide gila untuk berangkat backpack ke sana, kamipun langsung mencari tiket tujuan Bandung stasiun Kiara Condong menuju stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Sebelum lebih jauh mengenai Yogyakarta di postingan saya kali ini, saya akan sedikit menjelaskan tentang tempat istimewa ini, yang jujur saja menurut saya merupakan surga bagi para traveller.
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang meliputi kesultanan Yogyakarta dan kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas 3.185,80 km2 dan terdiri dari satu kota serta empat kabupaten, terbagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan.
Perjalanan yang ditempuh dari Bandung ke Yogyakarta kurang lebih 11 jam dengan menaiki kereta kelas ekonomi. Biaya yang dikeluarkan juga tergolong murah dikarnakan biaya tarif tiket yang hanya ditarik 25rb (pada saat itu terhitung hari libur). Sesampainya di stasiun Lempuyangan kami melanjutkan perjalanan menuju sebuah pom bensin yang tidak jauh dari stasiun dimana pom bensin ini biasa disinggahi oleh para traveller backpack seperti kami.
![]() |
| Dari kiri : Fatih, Sidhi, Dito, Gunta |
![]() |
| Menyinggahi SD tempat Dito sekolah tempo dulu |
Setelah beristirahat sejenak untuk sekedar melonjorkan kaki dan mandi, kami melanjutkan perjalanan menuju jalan Malioboro yang terkenal baik untuk wisatawan internasional maupun wisatawan domestik seperti kami. Kami memutuskan untuk memotong jalan untuk mempersingkat waktu, akan tetapi jembatan yang dulu bisa diakses kini tidak ada lagi dikarnakan hancur diterjang banjir datangan dari meletusnya gunung merapi. Dikarnakan kami belum ada yang sarapan, kamipun singgah ke sebuah warung soto yang menurut saya enak sekali. Untuk para traveller, Yogyakarta selain indah dengan budayanya, juga merupakan surga kuliner dengan harga yang sangat-sangat murah.
Sesampainya di Malioboro, kami lalu naik delman untuk merasakan euforia wisata Yogyakarta. Malioboro merupakan jantung dari kota Yogyakarta yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Keadaan Yogyakarta ketika itu sungguh sangat ramai, terlebih memang sedang ada acara di daerah tersebut. Dahulunya Malioboro dijadikan pusat kota dan pemerintahan, berbagai gedung menjadi saksi perjalanan Malioboro dari sebuah jalanan biasa menjadi salah satu titik terpenting dalam sejarah Yogyakarta. Diantaranya ada gedung agung yang dijadikan rumah presiden Belanda ketika itu, benteng Vredeburg yang merupakan gedung peninggalan Belanda yang saat ini dijadikan museum. Hingga kini gedung-gedung tersebut masih berdiri kokoh dan menyisakan berbagai potret dari kejayaan masa dahulu. Dan masih banyak gedung-gedung tua lainnya.
![]() |
| Becak Jalan Malioboro |
![]() |
| Delman Malioboro |
![]() |
| Monumen Batik Yogyakarta |
![]() |
| Museum Vredeburg |
Setelah menikmati keindahan dan kemegahan benteng Vredeburg, kita mengisi perut karena tradisi dari para traveller yakni wisata kuliner. Kita mencicipi burger di Monalisa yang sudah sangat terkenal, hingga pernah diliput oleh "wisata kuliner" Trans TV. Burger tersebut sangat murah hanya 12rb, tetapi sensasi yang diberikan sungguh menggoda selera. Dikarnakan hari sudah menjelang sore kita menginap di kontrakan teman Dito dan Fatih ketika masih SMA.
![]() |
| Wisata Kuliner para Traveller |
Hari berikutnya kita langsung menuju Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi Prambanan merupakan maha karya kebudayaan Hindu dari abad 10 yang kecantikan arsitekturnya tidak tertandingi, tidak hanya itu candi prambanan merupakan candi tercantik di dunia. Candi prambanan memiliki 3 candi utama yakni candi Wisnu, Brahma dan Siwa. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma dan Garuda untuk Wisnu. Candi Prambanan sudah diperbaiki akibat gempa hebat yang mengguncang Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006.
Ada beberapa tips landscape yang akan saya sampaikan untuk meningkatkan skill fotografi anda.
1. Pakailah Tripod : Tripod yang kokoh dengan materi bahan yang kuat merupakan peralatan yang berguna dalam pemotretan landscape.
2. Memasukkan Latar Depan : Dengan cara yang sederhana, cukup dengan mengambil sudut pemotretan lebih ke bawah, maka bebatuan di komplek Candi Prambanan sebagai latar depan menjadikan foto yang lebih menarik.
3. Gunakan kamera digital berosolusi tinggi seperti DSLR.
4. Gunakan polarizer untuk warna langit yang lebih biru dan awan lebih dramatis. Detail di area terang juga tertangkap dengan baik.
5. Ada baiknya untuk filter GND atau ND untuk detail sehingga kontras dapat diperbaiki. Caranya tinggal memasang filter di depan lensa.
6. Pahami tentang aturan komposisi.
7. Pilihlah format gambar dengan kualitas terbaik. Menggunakan format RAW membuat pengolahan foto lebih fleksibel.
8. Lakukan pengaturan parameter cahaya, akan lebih baik dengan menggunakan mode manual (M), memilih aperture uamh tepat seperti f/8-11. Penentuan ISO rendah menjamin detail gambar yang lebih baik untuk foto landscape, sebaiknya ISO dibawah 400,seperti 100 dan 200. Tidak hanya itu penentuan shutter speed yang tepat akan membuat foto landscape lebih menawan.
9. Perbaiki gambar lewat Photoshop.
Setelah mendapatkan beberapa foto landscape yang menawan, kami langsung menuju candi Ratu Boko yang menjadi bagian dari tiket tur perjalanan kami dari Candi Prambanan. Istana Ratu Boko merupakan komplek istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan megah ini dibangun oleh kerabat dekat pendiri candi Borobudur.
![]() |
| Kuncen Candi Ratu Boko |
Sebelum pulang, saya, Dito , Gunta , Fatih dan Sidhi tidak lupa kembali ke Malioboro untuk sekedar berbelanja oleh oleh. Nah masih banyak lagi sebenarnya yang bisa kita gali di Yogyakarta, berhubung saya hari seninnya kuis, akhirnya kita memutuskan untuk pulang dengan naik travel menuju Bandung. Mudah-mudahan lain waktu saya bisa kesana untuk lebih menggali lagi kebudayaan dan keindahan dari Yogyakarta.
Note : Tips and Trick source from Chip Foto-Video Digital.
Langganan:
Postingan (Atom)










































































