Juni 24, 2011

Ranca Buaya part 1

Awal semester lalu Niken teman saya mengirim sebuah message yang isinya mengajak saya ke pantai. Karena pada dasarnya saya dari kecil selalu dibawa berwisata di pantai yakni pantai di pulau Bangka pada khususnya,saya pun mengiyakan. Padahal saya tidak tahu sama sekali gimana lokasi pantai ini, alhasil dengan bermodalkan searching, info mengenai pantai Ranca buaya pun saya dapatkan. Lalu terkumpulah para adventurer Rancabuaya yakni saya sendiri, Dito, Niken, Wira, Fakhrul serta Aulia yang memutuskan  untuk  backpackeran ke pantai Rancabuaya, yang notabene berlokasi di 120km dari pusat kota garut. Pantai ini menyimpan sejuta pesona keindahannya, dimana sunset menjadi yang paling di buru dari pantai ini. Perjalanan pun dimulai dari Bandung, dimana semuanya berkumpul pada jam 6 pagi di kosan saya. Dimulai dengan doa perjalanan pun dimulai.

Tujuan utama pertama yaitu dengan menyetop elf di atas tol terusan boah batu, Wira teman saya sempat mengabadikan sebuah senyuman seelum perjalanan panjang menuju ranca buaya dimulai.

.Foto bersama Niken yang diabadikan oleh Wira.

Ada satu yang unik, yakni kedatangan petugas tol dari bawah yang mengusir kami di atas tol, karena tindakan memberhentikan elf dari atas tol adalah tindakan ilegal. Jadi kami memutuskan untuk menuju terminal caringin untuk naik bis tujuan Garut. Perjalanan dari tol boah batu sampai ke terminal caringin bisa dibilang lancar karena pada saat itu Bandung tidak dalam keadaan macet. Cukup berganti dua kali angkot, yakni daehkolot - boah batu dan boah batu caringin, kami sampai di terminal. sesampainya di terminal kami segera menaiki bis bandung garut dimana menghabiskan waktu tempuh kurang lebih 2 jam untuk sampai ke terminal garut.

Di terminal garut kami tidak lupa untuk mampir ke sebuah warung kopi yang weunak tenan telor dadarnya. Kami pun membungkus beberapa nasi beserta lauknya untuk bekal makan malam kami di pantai Rancabuaya. Lalu kami segera naik ke elf garut ranca buaya, yang bisa dibilang tidak manusiawi, dikarnakan 1 elf bermuatan hampir 30 orang kalo saya tidak salah hitung :D

Dalam perjalanan menuju ranca buaya, cukup unik dikarnakan jalur ini memiliki jalan yang sangat rusak, berbatu dan terjal di antara tingginya bukit garut. Untung kami membawa antimo untuk membuat kantuk pun datang. Saya sendiri hampir kecewa dengan jalur yang kami tempuh, karena memakan waktu yang tidak sebentar, karena pada dasarnya saya mengincar sunset yang terkenal di Rancabuaya.

Ada satu percakapan heboh yang terjadi ketika perjalanan :
Saya : "bu kira-kira pantai Rancabuaya berapa lama lagi bu ?" (sembari menanyakan salah seorang ibu yang kebetulan duduk disebelah saya)
Ibu : "wah masih jauh banget dek, kira-kira 4 jam lagi"
Saya : ......... (hening, karena sudah pasrah ga akan dapet sunset Rancabuaya)
Kondektur : "dek siap-siap 10 menit lg kita sampai"

Timpang sekali bukan, teriakan dari abang kondektur serta merta membuat hati ceria. Sesampainya di Rancabuaya kami pun makan nasi bungkus yang kami beli di terminal Garut tadi.

.Makan bersama yang diabadikan oleh Wira.

Setelah perut sudah diisi perburuan Landscape pun dimulai. Inilah yang saya dapat ketika berada di Rancabuaya.




Dalam fotografi landscape, kesabaran menjadi kunci penting dalam menangkap sebuah momen, tidak hanya itu pula saya memberikan beberapa tips untuk menangkap sebuah landscape yang indah :
1. Jangan malas untuk membawa tripod, karena tripod merupakan kunci penting dalam menangkap sebuah landscape yang indah, terlebih apabila kita ingin memotret dengan tehnik slow speed. Lalu pergunakanlah tripod yang kokoh, mahal sedikit tidak apa-apa asalkan hasil yang diberikan sempurna.
2. Pergunakanlah GND (saya kebetulan mempunyai 1set yang terdiri dari  1,2 dan 3 stop keluaran HI-TECH). Lalu timbul pertanyaan, gimana dengan penggunaan GND keluaran cina seperti Ti*n Y*? Ada harga ada rupa, saya kebetulan sudah mencoba GND keluaran cina tersebut, hasilnya ada beberapa titik dimana color cast muncul pada hasil foto, sedangkan pemakaian GND keluaran HI TECH tidak ditemukan hal tersebut.
3. Pergunakanlah Circular Polarizer filter atau biasa disebut CPL, karena filter ini sangat membantu mengurangi efek warna lebih saturized dan contrast sehingga warna hasil foto yg dihasilkan jadi menarik.
4. Gunakanlah mode manual, sehingga anda dapat berkreasi dalam menghasilkan foto yang menawan.
5. Ketika kamera berada di tripod jangan lupa untuk mematikan Image Stabillizer, membuat foto yang dihasilkan lebih tajam.

Mungkin itu saja cerita saya mengenai kesan pertama saya ketika sampai pertama ke pantai Rancabuaya dengan pesona sunset yang menawannya. Satu hal lagi yang akan selalu saya ingat bahwa, ketika malam Rancabuaya kembali menampilan keindahannya hamparan bintang di langit beserta bintang jatuhnya :D



Info Harga : 
1. Angkot daehkolot : 2rb
2. Angkot boah batu : 2rb
3. Angkot Caringin   : 3rb
4. Bis Garut : 10rb
5. Elf Garut-Rancabuaya : 25rb
6. Penginapan u/ 6 orang : 30rb
7. Angkutan mobil Rancabuaya-santolo : 5rb *kurang lebih 45 km

0 comments:

Posting Komentar

said